Perlukah Belajar Linux/Unix kalau Sudah Ada Software Komersial di Industri?

Pengantar

Pertanyaan di atas pernah diajukan oleh salah seorang rekan saya. Pertanyaannya sederhana tapi menggelitik. “Perlu nggak sih kita belajar Linux/UNIX kalau akhirnya waktu kerja di industri kita menggunakan software komersial yang tinggal click here dan click there, kira-kira begitu pertanyaan rekan tersebut. Jawaban paling gampang adalah : “Ya terserah kamu saja” .

Contoh Kasus

Yaaak, jawaban yang pas mungkin demikian. Terserah kepada Anda apakah mau belajar Linux/UNIX atau tidak. Sebagian orang punya keinginan untuk mengembangkan diri, sedang sebagian lagi “cari yang praktis saja”. Bagi yang punya keinginan mengembangkan diri (baca : menambah pengetahuan) pasti pertanyaan di atas dijawab dengan “perlu”.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk “memaksa Anda” untuk belajar Linux, tapi untuk “mengenal” kelebihan Linux. Selanjutnya : terserah Anda (begitu bunyi salah satu iklan yang populer di Indonesia).

Baru-baru ini, seorang rekan saya yang sedang melakukan penelitian dengan sebuah software komersial yang dijalankan dengan sistem operasi UNIX menceritakan problem yang dialaminya kepada saya. Problemnya adalah sebagai berikut : Software komersial yang digunakannya menghasilkan sebuah file ASCII yang cukup panjang (puluhan ribu baris …!!). Dari file ASCII tersebut dia harus mengambil data tertentu (nilai x dan y) dan menyimpannya ke sebuah file yang lain, untuk dibuatkan kurva berdasarkan harga-harga yang diambilnya. “Gimana ngedit-nya kalau begini?” , tanya teman saya. Itu baru satu file. Kalau satu hari sepuluh file … ???

Ketika saya perhatikan, file output dari software tersebut memiliki pola yang berulang (karena memang biasanya demikian, untuk memudahkan kita …. !!!). Polanya kurang lebih seperti ini (misalnya) :

x-value= 0.0000e+00
y-value= 1.0000e+00
.......................... (angka-angka)
.......................... (angka-angka)
:::
::: (masih ada angka lagi)
:::
x-value= 1.0000e+00
y-value= 2.5000e+00
..........................
..........................
:::
::: (dan seterusnya)
:::

Problem Solving

Saya-pun memberitahukan rekan saya tersebut beberapa rahasia Linux/UNIX. Rahasianya adalah sebagai berikut : Andaikan file ASCII tersebut bernama dataku. Maka untuk membuat file output yang berbentuk data x dan y, maka kita cukup gunakan kombinasi perintah Linux seperti cat, grep, awk, paste, “>” (redirection), dan “|” (pipe).

Sebagai contoh, bila kita ketikkan

cat dataku | grep 'x-value='

maka kita akan dapatkan keluaran di layar monitor sebagai berikut :

x-value= 0.0000e+00
x-value= 1.0000e+00
:::
::: (dan seterusnya)
:::

Kalau kita gabungkan dengan awk :

cat dataku | grep 'x-value=' | awk '{print $2}'

maka kita akan dapatkan :

0.0000e+00
1.0000e+00
:::
::: (dan seterusnya)
:::

Untuk menyimpan ke file kita gunakan tanda “>” dan nama file output. Jadi lengkapnya

cat dataku | grep 'x-value=' | awk '{print $2}' > datax

Untuk menyimpan data y, cukup ketikkan :

cat dataku | grep 'y-value=' | awk '{print $2}' > datay

Bagaimana menggabung kedua file tersebut? Cukup gunakan :

paste -d' ' datax datay > dataxy

Kalau kita display isi file dataxy dengan more dataxy atau cat dataxy maka akan kita dapatkan :

0.0000e+00 1.0000e+00
1.0000e+00 2.5000e+00
:::
::: (dan seterusnya)
:::

Untuk membuat plot-nya, bisa digunakan gnuplot atau perangkat lunak lainnya.

Akhir Cerita

Rekan saya segera mencoba resep tersebut, dan tidak lama kemudian dia telah tersenyum lebar. Kesimpulannya ? IT’S UP TO YOU .

.."..Blogging : My Hoby.."..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s